Penyiar: Bukan Sekedar Hobi

13 Juni, 2008 at 4:19 pm 7 komentar

Bersiaran dapat menjadi sebuah kenikmatan tersendiri bagi sebagian besar penyiar radio. Karena terlalu menikmatinya, mereka bahkan sering tak merasa telah berjam-jam mengudara. Akhirnya aktivitas siaran tak lagi menjadi sebuah tuntutan profesi, namun sudah menjadi suatu apresiasi hobi dan bakat.

Hobi dan bakat memang tak dapat dilepaskan dari profesi cuap-cuap di udara ini. Menurut Bambang Mulyadi Wicaksono, penyiar radio Dakta Bekasi, penyiar radio biasanya orang-orang yang memiliki hobi ngobrol. Hobi tersebut dibutuhkan karena para penyiar radio dituntut untuk mampu berkomunikasi secara aktif.

Bakat menghibur juga mesti dimiliki oleh seseorang yang ingin menjadi penyiar radio. Bakat itu diperlukan karena profesi penyiar radio dituntut mampu menghibur hati para pendengar radio. ”Citra industri radio itu identik dengan industri hiburan. Karena itu seorang penyiar radio mesti memiliki bakat entertain agar mampu memberi hiburan kepada pendengarnya,” jelas Azhar Awaludin, penyiar radio Bens.

Karena itu, ucap Bambang menambahkan, seorang penyiar radio hampir sama dengan artis. Pada kondisi apa pun, mereka harus mampu tampil fresh dalam memberikan keceriaan di telinga pendengar radio.

”Meskipun sedang sedih, selama jam siaran penyiar radio mesti mampu membalikkan kesedihan menjadi kegembiraan yang didengarkan kepada pendengar. Karena itu penyiar radio mesti mampu berakting seperti artis,” ungkap Bambang yang bergabung dengan Dakta sejak 1994.

Kekhasan karakter suara juga menjadi modal yang perlu dipersiapkan oleh calon penyiar radio. Modal ini sudah pasti dibutuhkan karena profesi penyiar radio tak lepas dari segala sesuatu yang berhubungan dengan suara. ”Dan setiap radio biasanya memiliki ciri karakter suara masing-masing. Seperti Bens radio yang penyiar radionya memiliki karakter suara nyablak,” ujar Azhar yang sempat mengenyam pendidikan di IKIP Jakarta.

Pendidikan formal tetap menjadi faktor penting yang perlu dipersiapkan oleh calon penyiar radio. Sekarang ini sejumlah perguruan tinggi sudah membuka jurusan broadcasting. ”Seperti di Unpad Bandung, ada jurusan D-3 kepenyiaran,” kata Bambang yang jebolan Universitas Indonesia.

Pendapat senada diungkapkanoleh Azhar yang bergabung dengan Bens Radio sejak 1,5 tahun lalu. Menurut lelaki usia 39 tahun ini, untuk menjadi penyiar radio, seseorang sebenarnya dapat menempuh jalur pendidikan apa saja. Karena, pada intinya pendidikan formal dibutuhkan untuk memperluas cakrawala pengetahuan penyiar radio.

Penyiar radio memang harus memiliki pengetahuan yang luas. Pasalnya, seorang penyiar radio terkadang berhadapan dengan situasi yang tak terduga. ”Dalam sebuah siaran interaktif, pendengar radio terkadang memberi pertanyaan di luar topik. Karena itu kalau penyiar radio tak memiliki pengetahuan luas, situasi tersebut dapat menjadi bumerang,” cetus Bambang.

Bambang menambahkan, seorang penyiar radio juga perlu memiliki penampilan yang cukup menarik. Karena, selain bertugas siaran di dalam studio siaran, penyiar radio terkadang bertugas sebagai reporter yang harus mencari berita ke luar kantor sekaligus menyiarkannya secara langsung lewat telepon genggam. Karena berinteraksi dengan aktivitas di luar kantor, lanjut Bambang, penampilan penyiar radio perlu juga diperhatikan untuk menjaga citra perusahaan.

Profesi penyiar radio tak hanya memberi kenikmatan tersendiri bagi para pelakonnya. Pendapatan yang diperoleh penyiar radio juga menyenangkan. Azhar mengatakan, ada dua sistem penggajian yang diberlakukan kepada penyiar radio, yakni sistem full time dan part time.

Pada sistem full time (kerja penuh), gaji penyiar radio dibayar dalam hitungan bulan. Dalam sebulan penyiar radio rata-rata memperoleh penghasilan sekitar Rp 1.000.000 hingga Rp 2.000.000. Sementara itu sistem part time (paruh waktu), bayaran seorang penyiar radio dihitung dalam hitungan jam.

”Bayaran terendah per jam itu dapat mencapai sekitar Rp 5.000 hingga Rp 6.000. Sementara itu bayaran tertinggi per jam yang pernah saya dengar ada yang mencapai sekitar Rp 25 ribu per jam,” imbuh Azhar. ”Namun secara umum, sistem penggajian sangat tergantung pada kebijakan perusahaan masing-masing.” dip ( )

Sumber : http://www.republika.com

Entry filed under: penyiar. Tags: , , , , .

Radio Program Karakteristik Medium Radio

7 Komentar Add your own

  • 1. Adelia  |  15 Juni, 2008 pukul 2:05 am

    Makacih banget ya…
    Banyak info dan artikel yang aku dapatkan disini

    Balas
  • 2. nunu  |  19 November, 2008 pukul 7:37 am

    Halo mas alex,perkenalkan nama saya nunu,saya seorang dokter usia 27 th,sejak dulu saya sudah tertarik dgn dunia penyiar,tp krn kesibukan kuliah dan kegiatan di kampus saya belum sempat untuk memulai/mencoba terjun di dunia. kenapa saya tertarik krn basicnya saya tuh suka sekali diskusi/ngobrol,malah ada teman saya yg bilang kl saya terlihat plg semangat kalo ada ‘curhat session’ hehe.sempat beberapa kali saya menjadi mc/moderator di sekolah/kampus di acara talkshow,seminar,dll.ada jg yg acaranya saya konsep sendiri.dan acaranya tdk melulu ttg medis lho.nah yg mau saya tanyakan,kira2 langkah awal apa ya yg hrs saya lakukan sebagai permulaan?saya mohon saran dr mas alex,saya tunggu yaa..thank u so much b4 =)

    Balas
  • 3. lamkhie  |  8 Januari, 2009 pukul 10:19 am

    makasih.. lumayan membantu..šŸ™‚

    bhart

    Balas
  • 4. Ivy alexandra  |  24 Agustus, 2009 pukul 12:00 am

    yes…

    dunia broadcasting emang selalu menyenangkan

    bisa buat orang lain terhibur menjadi satu kepuasan tersendiri
    bagi para penyiar

    buat para penyiar dimanapun ” i love you full ”

    Ivy 107.7 Kumbaya FM KUDUS
    gbu

    Balas
  • 5. syakirmuhaimin  |  21 Juni, 2010 pukul 6:54 am

    setuju, karena dengan keterbiasaan kita bergelut di dunia ini kita juga bisa mengasah cara berbicara di depan umum, dan sedikitnya bisa menambah jaja dan punya banya link.

    Balas
  • 6. ambeg para marta  |  26 Maret, 2011 pukul 4:22 am

    Terima kasih atas segala info terkait dengan penyiaran dan broadcasting. Insya Allah, materi ini saya pergunakan dalam pembelajaran menyampaikan teks berita (KTSP Bahasa Indonesia VIII – 6)

    Balas
    • 7. duniabroadcast  |  20 Mei, 2011 pukul 2:40 am

      trimaksih. silakan

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: