KPID NTB dan NTT Sambangi KPI Pusat

Sejumlah anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTT) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi ke KPI Pusat, Kamis (19/6). Salah satu anggota KPID dari NTT melaporkan bahwa sampai saat ini sudah ada 29 lembaga penyiaran dari NTT yang sudah melakukan proses permohonan perizinan penyiaran di KPID.

Your Ad Here

Continue Reading 20 Juni, 2008 at 3:47 am Tinggalkan komentar

Dua Radio di Bali Jalani EDP

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali menggelar Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) untuk dua lembaga penyiaran swasta radio di Kabupaten Jembrana, yakni Radio Swara Bahana FM dan Radio Gelora Buana Perkasa (Star FM), Kamis (12/6) lalu.

Koordinator Bidang Perizinan KPID Bali, Gde Nyoman Suryawan, menyatakan EDP terhadap dua radio itu dilaksanakan jauh sebelum tenggat waktu satu bulan setelah verifikasi faktual yang dilaksanakan pada 27 Mei 2008 lalu. “Semua dilakukan untuk membuktikan komitmen KPID Bali mendorong semua lembaga penyiaran mematuhi peraturan yang berlaku,” ujarnya.

EDP dihadiri berbagai elemen masyarakat Kabupaten Jembrana dan perwakilan dari Balai Monitor Spektrum Frekwensi dan Orbit Satelit (Balmon) Klas II Denpasar, Ketua KPID Bali Komang Suarsana, bersama dua anggota KPID yakni Nyoman Mardika dan IGA Alit Suryawati.

Dalam sambutan pembukaan, Komang menegaskan, EDP merupakan salah satu tahapan proses perizinan yang bisa menentukan “nasib” sebuah lembaga penyiaran, layak bersiaran atau tidak.

Untuk itu, pihaknya minta kepada seluruh lembaga penyiaran yang ada di Bali untuk mematuhi proses dan memenuhi berbagai persyaratan yang ada, sehingga mereka bisa bersama-sama menjadi bagian dari dunia penyiaran yang tertib, berkualitas, dan harmonis. “Jika memang belum berproses, kami mengharapkan mereka untuk jangan bersiaran dulu,” tegas Komang. (KPID Bali)

17 Juni, 2008 at 9:29 am Tinggalkan komentar

Musik Radio

Kenapa saya menuliskan Musik radio dan bukan Radio Musik. Ini dua kata namun beda makna. Radio Musik adalah Radio Siaran yang menjadikan Musik sebagai format utamanya. Sedangkan Musik Radio sebagai judul tulisan ini adalah musik yang diputar pada program-program di Radio Siaran.

Continue Reading 17 Juni, 2008 at 9:16 am 3 komentar

Karakteristik Medium Radio

Radio sebagai media dengan kelebihan dan kekurangannya. Ternyata bisa mengambil hati sendiri bagi pendengarnya. Karena Radio mempunyai sifat dan karakteristik yang khusus yang tidak dimiliki oleh media yang lain seperti Televisi dan Media cetak

Continue Reading 16 Juni, 2008 at 3:33 am Tinggalkan komentar

Penyiar: Bukan Sekedar Hobi

Bersiaran dapat menjadi sebuah kenikmatan tersendiri bagi sebagian besar penyiar radio. Karena terlalu menikmatinya, mereka bahkan sering tak merasa telah berjam-jam mengudara. Akhirnya aktivitas siaran tak lagi menjadi sebuah tuntutan profesi, namun sudah menjadi suatu apresiasi hobi dan bakat.

Hobi dan bakat memang tak dapat dilepaskan dari profesi cuap-cuap di udara ini. Menurut Bambang Mulyadi Wicaksono, penyiar radio Dakta Bekasi, penyiar radio biasanya orang-orang yang memiliki hobi ngobrol. Hobi tersebut dibutuhkan karena para penyiar radio dituntut untuk mampu berkomunikasi secara aktif.

Bakat menghibur juga mesti dimiliki oleh seseorang yang ingin menjadi penyiar radio. Bakat itu diperlukan karena profesi penyiar radio dituntut mampu menghibur hati para pendengar radio. ”Citra industri radio itu identik dengan industri hiburan. Karena itu seorang penyiar radio mesti memiliki bakat entertain agar mampu memberi hiburan kepada pendengarnya,” jelas Azhar Awaludin, penyiar radio Bens.

Karena itu, ucap Bambang menambahkan, seorang penyiar radio hampir sama dengan artis. Pada kondisi apa pun, mereka harus mampu tampil fresh dalam memberikan keceriaan di telinga pendengar radio.

”Meskipun sedang sedih, selama jam siaran penyiar radio mesti mampu membalikkan kesedihan menjadi kegembiraan yang didengarkan kepada pendengar. Karena itu penyiar radio mesti mampu berakting seperti artis,” ungkap Bambang yang bergabung dengan Dakta sejak 1994.

Kekhasan karakter suara juga menjadi modal yang perlu dipersiapkan oleh calon penyiar radio. Modal ini sudah pasti dibutuhkan karena profesi penyiar radio tak lepas dari segala sesuatu yang berhubungan dengan suara. ”Dan setiap radio biasanya memiliki ciri karakter suara masing-masing. Seperti Bens radio yang penyiar radionya memiliki karakter suara nyablak,” ujar Azhar yang sempat mengenyam pendidikan di IKIP Jakarta.

Pendidikan formal tetap menjadi faktor penting yang perlu dipersiapkan oleh calon penyiar radio. Sekarang ini sejumlah perguruan tinggi sudah membuka jurusan broadcasting. ”Seperti di Unpad Bandung, ada jurusan D-3 kepenyiaran,” kata Bambang yang jebolan Universitas Indonesia.

Pendapat senada diungkapkanoleh Azhar yang bergabung dengan Bens Radio sejak 1,5 tahun lalu. Menurut lelaki usia 39 tahun ini, untuk menjadi penyiar radio, seseorang sebenarnya dapat menempuh jalur pendidikan apa saja. Karena, pada intinya pendidikan formal dibutuhkan untuk memperluas cakrawala pengetahuan penyiar radio.

Penyiar radio memang harus memiliki pengetahuan yang luas. Pasalnya, seorang penyiar radio terkadang berhadapan dengan situasi yang tak terduga. ”Dalam sebuah siaran interaktif, pendengar radio terkadang memberi pertanyaan di luar topik. Karena itu kalau penyiar radio tak memiliki pengetahuan luas, situasi tersebut dapat menjadi bumerang,” cetus Bambang.

Bambang menambahkan, seorang penyiar radio juga perlu memiliki penampilan yang cukup menarik. Karena, selain bertugas siaran di dalam studio siaran, penyiar radio terkadang bertugas sebagai reporter yang harus mencari berita ke luar kantor sekaligus menyiarkannya secara langsung lewat telepon genggam. Karena berinteraksi dengan aktivitas di luar kantor, lanjut Bambang, penampilan penyiar radio perlu juga diperhatikan untuk menjaga citra perusahaan.

Profesi penyiar radio tak hanya memberi kenikmatan tersendiri bagi para pelakonnya. Pendapatan yang diperoleh penyiar radio juga menyenangkan. Azhar mengatakan, ada dua sistem penggajian yang diberlakukan kepada penyiar radio, yakni sistem full time dan part time.

Pada sistem full time (kerja penuh), gaji penyiar radio dibayar dalam hitungan bulan. Dalam sebulan penyiar radio rata-rata memperoleh penghasilan sekitar Rp 1.000.000 hingga Rp 2.000.000. Sementara itu sistem part time (paruh waktu), bayaran seorang penyiar radio dihitung dalam hitungan jam.

”Bayaran terendah per jam itu dapat mencapai sekitar Rp 5.000 hingga Rp 6.000. Sementara itu bayaran tertinggi per jam yang pernah saya dengar ada yang mencapai sekitar Rp 25 ribu per jam,” imbuh Azhar. ”Namun secara umum, sistem penggajian sangat tergantung pada kebijakan perusahaan masing-masing.” dip ( )

Sumber : http://www.republika.com

13 Juni, 2008 at 4:19 pm 7 komentar

Radio Program

oleh : HM. Dive, SE, MBA

Sebuah kenyataan bagi seluruh stasiun penyiaran radio di masa kini, yang mengharuskan mereka bersaing sedemikian ketatnya untuk mencapai target pendengar yang diinginkan. Agar target itu tercapai sesuai dengan positioning yang diinginkan, maka dibutuhkan programming atau penataan acara.

Hal paling penting dalam proses perencanaan programming adalah dengan mengembangkan sebanyak-banyaknya citra dan reputasi brand. Apabila pelaksanaannya berhasil, tentu akan berdampak pada sirkulasi pemasangan iklan di radio tersebut. Jika pemasukan dari pemasang iklan berjalan dengan baik, berarti program penyiaran dapat dikatakan berhasil.

I. PROGRAM DIRECTOR

Professional yang bertanggung jawab penuh mengelola program siaran radio, biasanya disebut sebagai Program Director (PD). Orang ini memiliki kemampuan yang khusus, mulai dari perencanaan hingga organisator bagi setiap bentuk program di radionya. Sehingga apabila radio tersebut beroperasi selama 18 jam per-hari, maka target utama yang harus dicapainya meliputi:

1.    Program yang berkesinambungan, mulai dari daily hingga special program. Dari program-program yang mengudara setiap harinya itu, PD bersama timnya berkewajiban mengevaluasi kebiasaan pendengarnya. Karena  apabila  program  yang  ditampilkan itu tidak  berkenan  dihati  pendengar,  maka  besar kemungkinan     mereka     akan     pindah     ke gelombang  lainnya. Perihal sensitif inilah yang harus di waspadai PD, terhadap  semua program yang dikelolanya.

2.   Program yang istimewa dan berbeda, mulai dari daily hingga special program. Hal ini merupakan tantangan, yang sesungguhnya paling mengasyikkan bagi seorang PD. Karena differentiation dari setiap program yang dikelolanya, harus benar-benar istimewa, mengingat pesaingnya juga punya target audience yang sama.

3.    Program yang komersil, mulai dari daily hingga special program. Bukankah penghasilan terbesar dari sebuah radio, terletak pada banyaknya pemutaran spot iklan komersil. Untuk itu PD harus memutar kran kreatifitas di otaknya, untuk menghasilkan karya-karya program yang dapat dikomersilkan. Sehingga dengan banyaknya minat pendengar mengikuti program-program seperti itu, maka pengiklan pun dengan senang hati bergabung meramaikan suksesnya program tersebut.

4.   Program yang bukan menjiplak dan tidak mudah untuk ditiru. Hal ini merupakan tugas paling berat bagi seorang PD. Namun melalui kerjasama yang baik bersama Radio Production dan Radio DJ, masalah ini akan dapat terorganisir dengan baik. Apabila pengudaraan siaran mulai dari daily hingga special program dapat dilaksanakan layaknya special program, tentu tingkat kesulitan dan kesibukan anggota tim akan lebih tinggi dibandingkan radio “biasa” lainnya. Otomatis Radio Production akan banyak memproduksi rekaman-rekaman kreatif yang rutin, seperti; insert-insert PSA (Public Service Announcement), CHG (Celebrity Hot Gossip), Smash, Bridging, bahkan Jingle. Begitu juga peranan Radio DJ. Mereka adalah penyiar-penyiar yang terdidik dan terlatih, serta memiliki kemampuan Air Personality yang dapat diandalkan, seperti; penguasaan Adlib, intonasi dan bahasa, serta kaya akan pengetahuan dan pergaulan.

5.   Program yang dapat dipertanggungjawabkan, mulai dari daily hingga special program. Inilah proses kerja paling sensitif, penuh pertimbangan, dan tanggung jawab moral seorang PD sebelum dia memutuskan pengudaraan program-program diradionya. Berarti seorang PD tidak boleh menyepelekan hal yang sebenarnya dapat berakibat fatal. Apakah itu rusaknya moralitas, mentalitas, ataupun cultures. Akibatnya radio tersebut bukan saja merugikan dirinya, tetapi juga  telah menyesatkan masyarakat pendengar serta menghancurkan bangsanya. Naudzubillahi min zaliq…

Kesannya PD hanya punya 5 target utama dalam pekerjaannya.  Tapi percayalah, bahwa target-target utama itu adalah tanggung jawab yang tidak mudah bagi seorang Program Director. Sebelum membuktikan keahlian khususnya dalam meramu berbagai program (Kreatifitas), seorang PD juga harus memiliki ciri-ciri unggul dalam dirinya, antara lain;

01.   Beriman – Mempunyai atau memiliki iman; meyakini dan mempercayai akan adanya Tuhan Yang Maha Esa.

02. Bertanggung jawab – Berkewajiban menanggung; memikul tanggung jawab. Jika terjadi hal yang tidak dikehendaki, dia boleh disalahkan, diperkarakan, dituntut, dan sebagainya.

03.Berani – Tidak takut; tidak gentar; tidak penakut. Seperti pribahasa “berani hilang tak hilang, berani mati tak mati”. Maksudnya, mengerjakan suatu pekerjaan janganlah tanggung-tanggung atau takut-takut.

04. Setia – Taat; patuh; berpegang teguh pada janji, pendapat, tetap dalam persahabatan, dan sebagainya.

05. Tangguh – Tidak mudah dikalahkan, kuat, tabah dan tahan uji.

06. Cerdas – Berarti sempurna perkembangan akal budi, tajam pikiran, cepat mengerti tentang sesuatu, dapat memecahkan masalah, dan sebagainya.

07. Jujur – Ikhlas; tulus hati; tidak curang dan dapat dipercaya.

08. Taktik – Daya upaya untuk mencapai suatu maksud tertentu dengan cara dan rencana yang tersusun rapi.

09. Ambisi – Berkemauan keras atau bertekad untuk mencapai sesuatu yang baik, yang telah dicita-citakan.

10. Lugas – Bersahaja; sederhana; apa adanya; tidak berbelit-belit atau neko-neko.

11. Empati – Keadaan mental yang membuat seseorang merasa dirinya dalam keadaan, perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain.

12. Naluri – Berarti ciri khas kebiasaan yang dibawa sejak lahir, sebagai pembawaan yang mampu mendorong untuk berbuat sesuatu atau mampu mengetahui sesuatu secara spontan.

13. Tertib – Rapi; teratur; sopan; sewajarnya. Artinya sesuai dengan aturan.

14. Eklektik – Bersifat memilih yang terbaik dari beberapa sumber.

15. Didik – Mendidik. Memberi sesuatu yang berdampak positif, baik berupa latihan akhlak maupun kecerdasan pikiran, serta kreatifitas.

Dengan memiliki 15 ciri-ciri unggul tersebut (B3ST CJ TALENTED), seorang PD akan semakin mampu mengerjakan tugas-tugas serta menampilkan kreatifitasnya dengan lebih bijaksana. Maksudnya;

01. Dia dapat berkarya dan berkreasi dengan bebas. Namun pengertian “bebas” disini bukanlah bebas yang seenaknya, ngawur, dan tidak bertanggung jawab. Melainkan “bebas” yang tidak melanggar norma-norma agama, sosial ataupun budaya. Artinya, boleh-boleh saja sebuah radio mengudarakan program yang bertemakan “sex”, tetapi bukan pornografi! Maka seorang PD harus mampu mengemas program seperti itu kedalam bentuk edukasi tanpa harus pula menyelipkan sesuatu yang berkonotasi negatif.

02 Dia boleh saja meniru apapun yang dianggapnya baik, tetapi bukan menjiplak (plagiator). Meskipun sangat sulit bagi seseorang menghasilkan karya “masterpiece”,  seorang PD tetap harus memutar kran kreatifitas di otaknya untuk melakukan evaluasi, renovasi, serta inovasi dari setiap program yang dibuatnya.

03. Dia boleh saja menyatakan ketidaksetujuannya terhadap sesuatu, tetapi bukan bersifat komentator. Seorang PD yang ulung adalah dia yang jika dibutuhkan, akan bersedia dan sanggup menempatkan dirinya sebagai solusi.

04. Dia bisa saja langsung menjadi seorang Program Director, tetapi sebenarnya kurang sah apabila dia tidak menguasai Radio Production serta Radio DJ.

05. Dia bisa saja tegas, tetapi bukan kaku. Dia bisa lembut, tetapi bukan klemar-klemer. Dia kaya dengan ilmu dan pengalaman, tetapi tidak pelit untuk berbagi. Dia bisa saja seorang pegaul yang banyak disenangi teman, tetapi tidak pernah hanyut. Atau dia mungkin saja seseorang yang bertipe introvert, tetapi bukan berarti tidak menyenangkan. Dan banyak lagi keistimewaan-keistimewaan lainnya dari seorang PD yang memiliki 15 ciri-ciri unggul tersebut diatas.

II. FORMAT SIARAN RADIO

Contoh Tabel Format Siaran Daily Program (60 Menit).

No

MATERI SIARAN

MENIT KE

DURASI (MENIT)

KET.

01.

Jingle + Opening

00

1

02.

Lagu 1

01

4

03.

Komentar + Insert 1

05

1

04.

Slot Spot Iklan 1

06

3

05.

Bridging + Lagu 2

09

4

06.

Adlib 1

13

1

07.

Lagu 3

14

4

08.

Bridging + Lagu 4

18

4

09.

Komentar + Radio Expose 1

22

1

10.

Slot Spot Iklan 2

23

3

11.

Jingle + Lagu 5

26

4

12.

Adlib 2

30

1

13.

Lagu 6

31

4

14.

Komentar + Insert 2

35

1

15.

Slot Spot Iklan 3

36

3

16.

Radio Expose 2

39

1

17.

Bridging + Lagu 7

40

4

18.

Adlib 3

44

1

19.

Lagu 8

45

4

20.

Komentar + Slot Spot Iklan 4

49

3

21.

Jingle + Lagu 9

52

4

22.

Smash + Insert 3

56

1

23.

Bridging + Lagu 10

57

3

24.

TOTAL

60

Keterangan:

1.      Jika jumlah spot iklan tidak memenuhi target, maka penyiar dapat menggantikan slot spot iklan dengan lagu atau radio expose.

2.    Komentar jika tidak dibutuhkan, dapat digantikan dengan smash.

3.     Dalam 1 jam siaran, penyiar menyiapkan sebanyak 3 materi adlib. Lebih banyak lebih baik lagi. Karena apabila tidak terpakai, paling tidak dia punya stock adlib yang dapat digunakan kapanpun. Terutama apabila materi simpanannya itu bersifat umum dan informasinya tidak usang.

4.    Meskipun lagu-lagu telah di program oleh Music Director, penyiar tetap berkewajiban meramu lagu-lagu tersebut agar tidak terdengar monoton. Misalnya dengan mengkombinasi antara penyanyi solo pria dan wanita, atau dengan kelompok musik. Begitu juga jenis musik serta temponya, penyiar harus sanggup melakukan variasi diantaranya.

Format siaran juga ditentukan dan dibuat oleh seorang Program Director (PD). Format ini dibuat agar penyajian setiap daily ataupun special program dapat dilaksanakan dengan teratur. Melalui keteraturan seperti itu memudahkan pelaksana bagian siaran mengudarakan seluruh materi yang telah ditentukan sesuai dengan waktunya.

Begitu juga pelaksana bagian produksi rekaman. Mereka bertugas memproduksi rekaman, sesuai dengan kebutuhan format siaran yang telah ditentukan. Rekaman-rekaman tersebut bisa berupa Special Program, Insert, ataupun Radio Expose.

Berikut ini saya berikan contoh materi kata serta tabel format rekaman, yang dapat digunakan bagi kebutuhan insert siaran daily program. Selanjutnya script tersebut dibacakan oleh penyiar yang ditunjuk, dan direkam oleh penata rekam bagian produksi. Hasilnya kemudian di edit, di mixing, serta diberikan penambahan backsound, sound effect, ataupun smash agar rekaman itu menjadi lebih eksklusif.

NO

TALENT

MATERI KATA

KET.

TEMA : PEMBICARA YANG BAIK

01

CEWEK 1

Bo’ gue bingung deh ngeliat si Brenda sama cowoknya…

Rumpi

02

CEWEK 2

Emangnya kenapa mereka???

Bolot

03

CEWEK 1

Lo nggak perhatiin ya?! Cowoknya itu kalo

ngomong khan nggak lebih dari 4 kata?

04

CEWEK 2

Lho emangnya kenapa??

05

CEWEK 1

Eh jeng telat…apa elo ngerasa nyaman, kalo punya cowok yang nggak bisa diajak ngomong, dan cuma ngejawab seperlunya, haaah!!?

06

CEWEK 2

Emangnya cowok aku gitu? Enggak akh…

07

CEWEK 1

Bolooot..!!! gue bukan lagi ngomongin cowok elo

tauk…!!?

08

CEWEK 2

Emangnya lagi ngomongin siapa???

09

CEWEK 1

Aaaaaaaaaarghh!!!!

10

ANNOUNCER

Ladies…Lelaki pendiam awalnya memang seperti misteri yang mengundang rasa penasaran untuk mengenalnya lebih jauh. Namun jangan tertipu dengan kesan pertama. Seringkali lelaki pendiam berubah menjadi pribadi yang tidak bersahabat dan cenderung sulit nantinya. Susah membuka mulut dan seolah tidak berminat untuk berbagi apa pun, adalah indikator bahwa kepribadiannya dingin dan kosong. Padahal, kunci kehidupan bersama yang solid dan menyenangkan ada pada keinginan untuk berbagi gagasan dan pemikiran. Alangkah senangnya jika bisa membicarakan artikel koran atau majalah, film bioskop, atau gossip tentang teman-teman. Rasanya, kamu dan dia seperti tidak pernah kehabisan bahan pembicaraan. ..

11

CEWEK 2

Oooh aku tahu sekarang…pasti kamu nyangkain cowokku pendiam khan…???

12

CEWEK 1

(tarik nafas panjang…) Heeeeh…’serah elo deh!

EFEK YANG DIBUTUHKAN DALAM PERCAKAPAN DIATAS ADALAH SUARA DITELPON DAN PENELPON. KEMUDIAN DITAMBAHKAN DENGAN SMASH-SMASH & SFX YANG COCOK.

Contoh Tabel Format Rekaman Special Program

(60 Menit).

ICJ FM

LEGEND SERIES

NO

MATERI PROGRAM

MENIT/

DETIK KE

DURASI

MENIT/DETIK

KETERANGAN

QUEEN – Beautiful Goodbye – Friday/ / /07 – 19.00-20.00

01

Opening Program + Commercial Tune

00.00

00.45

Recording

02

Komentar Materi 1

00.45

01.10

Dry VO Recording

03

Lagu 1. Heaven For Everyone

01.55

05.00

Mixing + Editing

04

Komentar Materi 2

06.55

01.35

Dry VO Recording

05

Lagu 2. Crazy Little Thing Called Love

08.30

02.20

Mixing + Editing

06

Komentar Materi 3

10.50

01.05

Dry VO Recording

07

Lagu 3. Living On My Own

11.55

03.35

Mixing + Editing

08

Sponsor Tune + Commercial Break 1

15.30

02.00

Recording

09

Tune Program + Komentar Materi 4

17.30

01.35

Dry VO Recording

10

Lagu 4. Bohemian Rhapsody

19.05

04.55

Mixing + Editing

11

Komentar Materi 5

25.00

01.15

Dry VO Recording

12

Lagu 5. The Invisible Man

26.15

03.45

Mixing + Editing

13

Komentar Materi 6

30.00

01.25

Dry VO Recording

14

Lagu 6. Don’t Stop Me Now

31.25

03.30

Mixing + Editing

15

Sponsor Tune + Commercial Break 2

34.55

03.00

Recording

16

Tune Program + Komentar Materi 7

37.55

01.35

Dry VO Recording

17

Lagu 7. We Are The Champion

39.30

02.55

Mixing + Editing

18

Jingle + Komentar Materi 8

42.25

02.15

Dry VO Recording

19

Lagu 8. You’re My Best Friend

44.40

02.45

Mixing + Editing

20

Komentar Materi 9

47.25

01.30

Dry VO Recording

21

Lagu 9. Another One Bites The Dust

48.55

03.15

Mixing + Editing

22

Sponsor Tune + Commercial Break 3

52.10

02.00

Recording

23

Komentar Materi 10

54.10

01.30

Dry VO Recording

24

Lagu 10. A Winter’s Tale

55.40

03.35

Mixing + Editing

25

Closing Program + Commercial Tune

59.15

00.45

Recording

TOTAL

60 MENIT

III. RADIO GAMES

RADIO KUIS

MOTIVASI PENDENGAR DAN DAYA TARIK ACARA.

1.  Daya tarik adalah hadiah – makin besar hadiah, semakin menjadi daya tarik.

2. Daya tarik ada pada materi games yang ‘menantang’ menimbulkan penasaran.

3.  Daya tarik ada pada si pembawa acara (penyiar/radio dj).

4.  Pendengar bisa puas bila dapat berkomunikasi dan disebut namanya dalam siaran.

5.    Kepuasan pendengar untuk mengejar menang.

6.   Daya tarik/kesukaan ber-humor karena radio games selalu akrab dengan humor.

PERSIAPAN RADIO GAMES/KUIS.

1.  Penyiar yang trampil berkomunikasi/memimpin, pandai bermain kata, sense of humor yang tinggi serta mampu mengembangkan kreatifitas pendengar.

2.  Aturan main yang disepakati – harus jelas – jujur – jenaka dan adil.

3.     Ada kriteria menang atau kalah ; persyaratan boleh, tidak boleh, sah atau tidak sah.

4.    Siap menanggulangi kasus yang akan terjadi misalnya : kesalahan ucapan, koreksi, protes, excuse, syarat waktu atau kelengkapan jawaban.

5.    Menyiapkan :

-         Skenario acara – radio script.

-         Petugas dan manualnya.

-         Peralatan games/kuis.

RADIO GAMES DALAM FORMAT SIARAN.

1.      Acara yang komunikatif (bisa dua arah), memiliki daya tarik yang tinggi.

2.    Dapat mengikat pendengar dalam tempo yang panjang (time spent listening).

3.     Acara yang relatif ‘mudah dijual’ sebagai ajang komersial.

4.    Acara tersebut memberikan ‘identitas’ yang mudah diingat oleh khalayak pendengar.

5.    Acara ini begitu ‘fleksibel’ dilaksanakan oleh setiap sta-ra dalam format siaran apapun tanpa batasan.

6.     Radio games/kuis dapat dibuat dengan ‘aneka bentuk kreatifitasnya’.

7.    Radio games/kuis dapat dibuat dalam ‘serial-episode-temporer’ baik harian, mingguan bahkan seketika, kapanpun kita kehendaki.

8.    Beberapa sta-ra menjadikan acara ini sebagai ‘acara unggulan’ atau high light untuk sasaran Reach and Coverage yang optimal.

9.    Acara ini dapat dipakai untuk menambah data dan catatan pendengar, mengidentifikasi segmen pendengar.

RISIKO BURUK

“Bila Dilakukan Dengan Salah”.

01.   Pelaksanaan acara tidak lancar, penyiar dan operator

kurang trampil dan tidak kooperatif.

02. Peralatan kurang mendukung.

03. Penyiar tidak fair, atau sengaja menghalangi pemenang.

04. Sikap penyiar tidak luwes dan tidak ramah.

05. Pendengar kurang kreatif, penyiar tidak mampu

mengembangkan, acara kurang menarik dan

membosankan.

06. Pertanyaan terlalu sepele, tidak menarik, kurang

menantang atau justru terlalu sulit dan mustahil bisa

ditebak.

07. Hadiah tidak jelas atau hadiah terlalu murah.

08. Aturan main tidak jelas – penyiar tidak konsekuen

dengan peraturan.

09. Untuk hadiah yang sangat besar nilainya, sangat riskan

bila kriteria ‘menang’ ada bermacam interpretasi atau

mudah dituduh ‘mengatur’ pemenang.

10. Pemenang kecewa karena prosedur pengambilan hadiah

yang terlalu sulit.

11.  Sistem administrasi-dokumentasi kurang baik.

12. Pihak sponsor tidak tertarik dengan acara ini/tidak puas

atau bahkan tidak menguntungkan.

13. Produk sponsor terlalu overexpose, hingga pendengar

bosan.

14. Waktu kuis tidak tepat lagi sasaran pendengarnya.

15. Dan lain-lain.

ANEKA MACAM GAMES DAN KUIS.

1.      Tebakan (nyata): tebak kata, orang, bunyi, tempat, lagu, kejadian.

2.    Jawab (soal): Menjawab dengan uraian lisan atau tertulis.

3.     Rintangan (handicap): Suruhan mengatakan sesuatu dengan handicap tertentu.

4.    Kontes (adu): Pemenang dinilai yang paling memenuhi kualitas terbaik.

5.    Suruhan gerak: Pendengar mengikuti semua instruksi dari sta-ra.

6.     Mujur: Menebak salah satu alternatif.

7.    Bersambung: Mengikuti perjalanan siaran.

8.    Humor (teka teki): Bebas – menurut logika humor maupun permainan kata yang mengelitik.

Catatan :

Media Games/Kuis bisa berupa :

Telpon, surat, temu muka, monitoring siaran, brosur/poster, kegiatan off air, mix medium (campurannya).

IV. SASARAN ACARA.

A. Meraih jumlah pendengar (reach).

Meliput kelompok sasaran/khalayak pendengar (coverage).

A.  Lama waktu mendengar (time spent listening).

B.    Pangsa pendengar (audience share).

C.   Jumlah rata-rata pendengar per1/4 jam (average quarter hour).

D.   Jumlah total pendengar perhari.

E.    Perbandingan duplikasi pendengar antar satu stasion radio dengan stasion radio yang lain (audience turn over ratio).

F.    Memperoleh keuntungan bersih (profit margin)

-         Memperoleh hasil usaha komersial (total billing).

-         Mengendalikan biaya produksi (cost of production).

G.  Mengembangkan citra stasion radio dan membentuk identitas stasion radio (brand image and station identy).

H.  Menjadi stasion radio panutan (trendsetter).

I.       Melahirkan penyiar favorit (air personality).

Seluruh sasaran tersebut diatas akan dapat berjalan baik, jika PD mempersiapkan prosedur sebagai berikut:

01. Telah ditetapkan positioningformat station dan target audience.

02. Telah ditetapkannya identitas stasion radio.

03. Bentuk organisasi bagian siaran (charts).

04. Telah ditunjuk staff bagian siaran berikut uraian jabatannya (job description).

05. Ditetapkan system berisi manual dan producer serta peraturan kepegawaian (company regulation).

06. Telah memiliki falsafah perusahaan    (corporate philosophy).

07. Memiliki sumber/materi bahan siaran:

kata-tulisan-musik dan bunyian.

08.    Memperoleh dukungan finansial (program

budget).

09. Memiliki iklim kerja kreatif dan budaya kerja (etos and corporate culture).

10.   Memiliki penyiar yang trampil (air personality).

11.    Memiliki nara sumber.

12.    Ada forum komunikasi intern (evaluasi-treatment-monitoring dan presentasi).

13.  Memiliki system administrasi siaran.

V. STATION IDENTY.

Nama panggil STA-RA (stasion radio).

1. Nama “stara”.

2.    Slogan.

3.     Dibuat dalam soundtracks.

-         Station call.

-         Program cue-sign tune.

-         Jingle-theme song.

Bahasa Siaran.

1.      Standart kata dan ucapan.

2.    Kosakata.

Air Personality.

1. Gaya siaran – stylish.

2.    Karakter khas program.

High Light Program.

1.      Acara unggulan.

2.    Harian-mingguan.

Special Event/Actives (program offair).

Visual Grafis.

1.      Logo.

2.    Typografi.

Benda-benda Identitas (souvenirs-giftaway).

Untuk mengerjakan materi-materi kreatifitas diatas, PD menugaskan tim copy writer serta anggota Radio Program lainnya. Siapa sajakah yang berperan membantu tugas PD dalam mengerjakan program- program siaran radio? Marilah kita pelajari masing-masing tugas dan tanggung jawab mereka.

VI. COPY WRITER

Adalah kerja penulisan naskah yang berisi wacana dengan tujuan untuk ‘menjual produk’ dan jasa atau untuk mengkomunikasikan sebuah gagasan kepada khalayak pendengar.

Penulisan naskah didalam ‘kerja kreatif’ radio siaran dijumpai dalam bentuk :

1. Copy Writing.

2. Script Writing.

Rewriting : Uraian, ringkasan & final script.

Translation : Terjemahan

3. Radio Script : Scenario acara.

YANG DITULIS COPY WRITING.

1.      Station Identity : Station call and reminder.

2.    Positioning : Slogan.

3.     Radio Expose & Publikasi :

-         Informasi acara.

-         Informasi events (kegiatan off air).

4.    Menjual Jasa & Produk : Beriklan.

5.    Himbauan & Layanan Masyarakat : Membentuk sikap dan prilaku moral.

6.     Program Cue : Insertbridgingjumping cue.

7.    Perbendaharaan kata/kosa kata.

STRUKTUR COPY WRITING.

1.      Attention getter.

2.    Mengemukakan problem, gejala dan fakta.

3.     Memberikan solusi, pemecahan permasalahan.

4.    Menunjukan produk atau jasa yang dijual.

5.    Ajakan – bujukan – anjuran – pilihan tunggal – suruhan.

6.     Memberikan jaminan – gambaran – bukti – fakta – keuntungan – alasan – manfaat serta keunggulan.

7.    Menyebut sumber informasi : sender, produser.

8.    Bunyian : SFX human effectmusic effect.

9.    Music : Ilustrasi/backsound theme songlinkjingle – untuk entertainment.

YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM COPY WRITING.

01.   Copy writing adalah awal pelaksanaan kerja kreatif.

02. Radio copy writing adalah menulis bahasa ‘verbal’ bukan bahasa tulisan.

03.  Memahami “what to say and how to say”.

04. Mengetahui dengan jelas sasaran pendengar dengan  segala daya tangkapnya, interpretasi, persepsi, opini, interest dan psikografinya.

05. Memenuhi harapan ‘AIDA’ (menarik dan dipercaya), Attention, Interest, Desire and Action.

06.  Menguasai wawasan produk knowledge beserta aspeknya.

07. Memiliki perbendaharaan kata – kosa kata, idiom, penataan kalimat bicara dan strukturnya.

08. Menguasai perbendaharaan musik dan bunyian yang mendukung imajinasi.

09. Memahami kaidah copy writing ; duration – padat kata – ulung kata – bunyian – tata bahasa dan etika.

10.   Konsisten dengan radio positioning.

11.      Memperhatikan kualitas.

12.    Pemilihan casting/pemeran bicara yang tepat dan memenuhi sasaran.

13.     Pemilihan casting/pemeran bicara yang tepat dan memenuhi sasaran.

COPY WRITE YANG IDEAL.

01.  Wacana (teks) komunikatif – bisa dimengerti oleh

khalayak sasaran pendengar.

02. Ada attention getter : kata atau bunyian.

03. Dipercaya, memberi ‘janji’, serta manfaat kepada

konsumen pendengar.

04. Tidak klise, ada selera baru, unik dan original.

05. Ada nilai kreatif dalam bunyi dan isi.

06. Penempatan/penggunaan musik dan bunyian tepat dan

mendukung wacana.

07. Urutan struktur yang logis, mudah diikuti logika yang

mendengar ( editorial layout).

08. Klimaks (solution) sebaiknya dibagian akhir.

09. Memberi tanda baca yang jelas : lafal – phrasering

intonasi – karakter.

10. Durasi copy – jumlah pengulangan kata-padat kata.

11.  Biasanya audience tidak suka digurui.

12. Kurangi penyajian angka-angka yang membenahi

pendengaran.

13.  Hindari sara + Politik.

14. Jangan salah casting.

PENDEKATAN KREATIF COPY WRITING.

1.               Hard sell >< soft sell, persuasive.

2.             Dialog >< monolog.

3.              Humor, cartoon.

4.             Theatre.

5.             Spoke person sebagai ‘umbrella’.

6.              Fiksi – imajinasi.

7.             Logika usia dan tingkat intelektual.

8. Scientifictechnology.

9.             Data riset atau lab.

10.                       Daerah – budaya.

11.           Musicaljingle.

12.                        Imajinasi bunyi – SFX.

13.          Lingkungan profesi dan hobby.

14.                        Permainan kata – vernal.

15.Bukti sejarah.

16.          Filosophy yang diakui semua orang.

17.Prosais – puitis.

18.Kaidah agama.

19.Hukum positif.

20.                     Pembuktian orang lain (testimonial).

21.                        Kejadian actual.

22.                      Daya tarik media – undian.

VII. SCRIPT WRITING.

Penulisan naskah untuk diucapkan penyiar dalam siaran.

-         Adlib.

-         PSA (Public Service Announcement).

-         News (berita), editorial.

-         Essay.

-         Terjemahan.

-         Uraian, ringkasan.

-         Naskah radio play (sandiwara).

Juga penulisan untuk station promotion.

-         proposal acara dan event.

-         Corporate, booklet.

-         Penerbitan bulletin radio.

17 Mei, 2008 at 4:06 am 2 komentar

Pemeran Utama dalam Siaran Radio

oleh : HM Dive, SE, MBA.

Siapa sajakah pemeran utama dalam siaran Radio?
Jawabannya ada 5 Aktor/Aktris yang melakoni peranan tersebut.

A. Radio Program

B. Radio Production

C. Radio DJ

D. Radio PR Marketing

E. Radio Technition

Apabila Aktor/Aktris itu diibaratkan komponen-komponen yang menghuni kepala manusia, maka peranan mereka dapat dibagi menjadi:

A. Radio Program menempati komponen Otak.

B. Radio Production menempati komponen Telinga.

C. Radio DJ menempati komponen Mulut.

D. Radio PR Marketing menempati komponen Mata.

E. Radio Technition menempati komponen Hidung.

-*

Jika anggota-anggota kepala tersebut digunakan manusia untuk berpikir, mendengar, berbicara, melihat, dan membaui, begitu juga ibaratnya tugas dan tanggung jawab para pemeran utama siaran radio.
Namun dalam bab ini saya ingin mempersempit pemeran utama atau penanggung jawab penyelenggaraan siaran radio menjadi 4 bagian. Mereka itu adalah Radio Program, Radio Production, Radio DJ, Radio management.
Pengurangan ini bukan berarti saya menyatakan bahwa pemeran-pemeran lainnya tidak penting. Jelas itu adalah pernyataan ngawur. Jangankan peranan General Manager, HRD atau Finance misalnya. Bukankah Office Boy juga sangat dibutuhkan oleh setiap stasiun radio? Sehingga dapat saya nyatakan dengan tegas, bahwa masing-masing anggota stasiun radio jelas memiliki peranan yang penting.
Sama juga seperti perumpamaan yang saya contohkan diatas. Sebuah stasiun radio dapat diibaratkan seperti seluruh anggota tubuh manusia. Lalu siapa yang berani menyatakan (maaf) buang air besar (b.a.b) tidak penting bagi seorang manusia. Meskipun kita semua juga tahu bahwa b.a.b hanyalah ‘sesuatu’ yang untuk dibuang. Tapi apa jadinya jika ‘sesuatu’ itu selama 1 bulan tetap mengendap di dalam tubuh seseorang. Saya jamin orang tersebut akan mengalami sakit perut, kembung, sakit kepala, dan merembet pada gangguan-gangguan lain yang dapat mengacaukan aktifitasnya.

Jadi maksud dipersempitnya peranan penanggung jawab penyelenggaraan siaran radio, bertujuan agar pembahasan dalam bab ini dapat menghasilkan pemahaman yang lebih spesifik.

17 Mei, 2008 at 3:33 am Tinggalkan komentar

Pos-pos Lebih Lama


Pos-pos Terakhir


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.